Selasa, 01 Februari 2011

Makalah Studi Hadis (Bagian VI)

Muhammad Arifin Jahari

F. Referensi Utama Dalam Studi Hadis
Referensi utama dalam studi hadis adalah kitab hadis itu sendiri. Dalam khasanah keilmuan Islam, terutama di bidang hadis, kita menjumpai banyak kitab hadis, diantaranya: 1) Shahih Bukhari; 2) Shahih Muslim; 3) Sunan Abu Daud; 4) Sunan at-Tarmidzi; 5) Sunan an-Nasa’i; 6) Sunan Ibnu Majah; 7) Al-Muwaththa’ Imam Malik; 8) Musnad Imam Ahmad; 9) Musnad Abu Daud Sulaiman at-Tayalisi (133 – 203 H); 10) Al-Kabir; 11) Al-Wasith; 12) Ash-Shaghir, ketiganya karya Imam at-Tabrani; 13) Al-Mustadrak Imam al-Hakin an-Naisaburi; 14) Al-Mustakhraj Abu Bakar al-Isma’ili; 15) Syu’abul Iman al-Baihaqi; dll.
Selain kitab-kitab hadis yang disebutkan di atas, referensi utama dalam studi hadis juga kitab-kitab yang berkaitan dengan rijalul hadits, diantaranya:[1]
  1. Ma’rifatu Man Nazala Minash Shahabati Sa’iril Buldani, karya Imam Abu Hasan Ali bin Abdullah al-Madini (161 – 234 H).
  2. Tarik ar-Ruwat, karya Imam Yahya bin Mu’ain (158 – 233 H).
  3. At-Tarikh al-Kabir, karya Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari Abu Abdullah (194 – 256 H).
  4. Asadul Ghabah fi Ma’rifati ash-Shahabah, karya ‘Izzuddin Abu al-Hasan Ali bin Muhammad, lebih dikenal dengan Ibnul Atsir (555 – 630 H).
  5. Al-Hidayah wal Irsyad fi Ma’rifati Ahli ats-Tsiqah wa as-Sadad, karya Abu an-Nashr Ahmad bin Muhammad bin al-Husain al-Kalabadzi (306 – 398 H).
  6. Tarikh al-Baghdad, karya Abu Bakar Ahmad bin Ali bin Tsabit bin Ahmad al-Baghdadi asy-Syafi’i, lebih dikenal dengan al-Khatib al-Baghdadi (392 – 493 H).
  7. Al-Jam’u Baina Rijal ash-Shahihain, karya Imam Abu al-Fadhl Muhammad bin Thahir, masyhur dengan nama Ibnu al-Qaisarani al-Syaibani (448 – 507 H).
  8. Jami’ul Ushul li Ahaditsi ar-Rasul, karya Majduddin Abu as-Sa’adat Mubarak bin Muhammad, lebih dikenal dengan Ibnul Atsir (544 – 606 H).
  9. At-Taqyid li Ma’rifati Ruwat as-Sunan wal Masanid, karya Muhammad bin Abdul Ghani bin Abu Bakar Mu’ainuddin al-Hambali al-Baghdadi (629 H).
  10. Tahdzibul Kamal fi Asma’i ar-Rijal, karya Hafiz Jamaluddin Abu Hijaj Yusuf bin Abdurrahman al-Muzi ad-Dimasyqi (654 – 742 H).
Sebenarnya masih banyak lagi kitab yang menjelaskan tentang rijalul hadits, dari mulai level sahabat sampai beberapa generasi di bawahnya. Selain kitab-kitab tentang rijalul hadits ini, ada juga kitab-kitab jarah dan ta’dil dengan metodenya, diantaranya:[2]
  1. Al-Jarhu wa at-Ta’dil, karya Imam Ahmad bin Muhammad bin Hambal (164 – 241 H).
  2. Al-Jarhu wa at-Ta’dil, karya Abdurrahman bin Abu Hatim bin Idris al-Hanzhali ar-Razi (240 – 327 H).
  3. Al-Jarhu wa at-Ta’dil wa adh-Dhu’afa’, karya Abu Ishaq Ibrahim bin Ya’qub as-Sa’di al-Jauzajani (w. 259 H).
  4.  Tarikh adh-Duafa’ wal Matrukin, karya Imam Abu Abdurrahman Ahmad bin Ali an-Nasa’i (215 – 303 H).
  5. Ats-Tsiqat, karya Abu Hatim bin Hibban al-Busti (w. 354 H).
  6. adh-Duafa’ al-Matrukin, karya Abu Faraj Abdurrahman bi Ali, masyhur dengan nama Ibnul Jauzi (510 – 597 H).
  7. Mizanul I’tidal, karya Imam Syamsuddin Muhammad bin Ahmad az-Zahabi (673-748 H).
  8. Lisanul Mizan, karya Hafizh Ibnu Hajar (773 – 852 H).
Untuk referensi hadis-hadis palsu, dapat kita rujuk ke kitab-kitab berikut:[3]
  1. Tadzkiratul Maudhu’at, karya Abul Fadhl Muhammad bin Thahir al-Maqdisi (448 – 507 H).
  2. Al-Maudhu’at fil Ahadits al-Marfu’at, karya Abu Abdullah al-Husain bin Ibrahim al-Hamdani al-Jauzaqi (w. 543 H).
  3. Al-Maudhu’at al-Kubra, karya Abu Faraj Abdurrahman Ibnul Jauzi.
  4. Al-Ahadits al-Maudhu’atil lati Yarwihal Ammatu wal Qashash, karya Abdus Salam bin Abdullah Ibnu Taimiyah al-Harbi (652 H).
  5. Al-Lala’i al-Mashnu’at fil Ahaditsil Maudhu’ah, karya Imam Jalaluddin as-Sayuthi (849 – 911 H).
  6. Al-Fawaidul Majmu’ah fil Ahaditsil Maudhu’ah, karya Qodhi Abu Abdullah Muhammad bin Ali asy-Syaukani (1173 – 1255 H).
  7. At-Tadzkirah fil Ahaditsil Masytahirah, karya Badruddin az-Zarkasyi (745 – 794 H).
  8. Al-Maqashidul Hasanah fi Bayani Katsiri minal Ahaditsil Musytahirah ‘alal Alsinah, karya sejarawan Muhammad bin Abdurrahman as-Sakhawi (831 – 902 H).
Kitab-kitab referensi utama dalam studi hadis yang kami sebutkan ini, hanya secuil dari kitab-kitab yang ada. Di sana masih ada ratusan atau bahkan ribuan buku lagi yang mesti dipelajari dan dikaji oleh para peminat studi hadis.


[1] Untuk lebih lanjut dan memperdalam lihat; Muhammad Ajjaj al-Khatib. As-Sunnah…. h. 261-280.
[2] Ibid., h. 280-287.
[3] Ibid., h. 287-291.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar